Permohonan Dana Amanah

By admin • April 26th, 2009

Yth. Bapak/Ibu/Sdr. Sebangsa dan setanah air Indonesia

Dengan hormat.

  1. Atas dasar pembicaraan silaturahmi antara kami dan para sepuh yang telah berhasil kami temui dan kami ajak bicara mengenai ASSET AMANAH dan hasil temuan atas barang-barang material amanah yang pernah dijumpai, baik yang berupa logam/emas murni maupun dokumen amanah dan jenis-jenis Obligasi dan Bank Notes berbagai Negara didunia dalam kurun waktu selama lebih kurang 19 tahun sejak tahun 1990 dan dengan maksud untuk memberi kejelasan kepada seluruh Rakyat Indonesia tentang kebenaran ada atau tidaknya Asset Amanah dimasud, maka perkenankan dengan ini kami memohon kepada Bapak/Ibu/Sdr khususnya para pelaku sejarah maupun Para Pewaris bekas kedaulatan Kerajaan/Kesultanan untuk dapat memberi kejelasan tentang ada atau tidak adanya Asset Amanah dimaksud sehingga dapat dijadikan acuan sikap generasi bangsa ini (Indonesia) saat ini dan dimasa akan datang dan dengan tidak bermaksud menggurui apalagi keberfihakan pro-kontra tentang Asset Amanah dimaksud maka dibuatlah tulisan ini sebagai rangkuman dari pertemuan, pembicaraan, temuan asset tersebut diatas dan semoga dapat bermanfaat;
  2. Mengacu kepada akta sejarah Staatblad 1927, Konprensi Genewa 1938 dan Perundingan Linggarjati adalah landasan bagi Mahkamah Hukum Internasional memberikan pengesahan dan pembenaran atas kewajiban pengembalian/penyerahan kembali yang harus dilakukan oleh Portugis, Inggris, Belanda dan Jepang terhadap Nusantara, yaitu pengembalian/penyerahan kembali Kedaulatan Wilayah Nusantara berikut semua Assetnya serta kompensasi atas kerusakan dan dampak lainnya sebagai wilayah bekas jajahan, khususnya wilayah Nusantara I/wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sekarang;
  3. Hasil dari pengembalian/penyerahan kembali tersebut diatas tercatat dalam akta sejarah dan dimasukkan kedalam- dan menjadi bagian dari- Asset Segitiga Emas yang dikelola oleh The Gold Asian (Asia Pasific, Asia Barat dan Asia Timur) dibawah justifikasi Treasury Internasional sebagai Administratur sejarah di dunia;
  4. Asset yang dimasukkan kedalam- dan menjadi bagian dari- Asset Segitiga Emas tersebut diatas secara otoritas dilanjutkan oleh Bung Karno sebagai cikal bakal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dikuatkan dalam Konprensi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung dalam rangka mewujudkan cita-cita luhur para pendahulu kita bahwa Indonesia menjadi barometer untuk menuju mercusuarisme dunia, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja dan pada tahun 1962 oleh Presiden Soekarno pada waktu itu Asset yang dimasukkan kedalam- dan menjadi bagian dari Asset Segitiga Emas dimaksud ditetapkan sebagai prasasti dengan nama Grand Master Nangkuti Garuda Sakti, sebagai milik seluruh rakyat Indonesia;
  5. Dalam rangka perdamaian dunia dan untuk mencegah terjadinya Perang Dunia Ketiga dan atas kesepakatan bersama The Gold Asian maka pada tahun 1963 telah ditandatangani Yunan Agreement sebagai landasan pembekuan Asset Segitiga Emas untuk jangka waktu 50 (limapuluh) tahun atau sampai dengan tahun 2013;
  6. Pada kenyataannya telah terjadi pengaburan sejarah Asset Segitiga Emas tersebut sehingga berubah fungsi menjadi Bullion Asset / Asset Management yang selama ini dalam pengelolaan monopoli oleh The Gold Bullion, yang kenyataannya hingga saat ini hanya dikelola oleh Bank Dunia;
  7. Untuk mencapai kembali akta sejarah yang selama ini telah mengalami pengkaburan dan untuk mengembalikan ke fungsi Recklasseering atau dikembalikan kepada fungsi asset segitiga emas atau untuk memperbaharui kembali akta sejarah secara justifikasi, maka sebagai prasyarat yang menjadi hal pokok justifikasi, adalah kita harus menuju kepada approval dan apprisal Internasional khususnya melalui Treasury Internasional sebagai administratur sejarah didunia, demikian untuk mendapatkan tanggapan secara benar dan sah sebagaimana yang selama ini dilakukan oleh bangsa-bangsa didunia, sehingga untuk selanjutnya kitapun sebagai bagian dari The Gold Asian (wilayah Nusantara I sebagai bagian dari Asia Pasific) dapat mengelola Asset Segitiga Emas tersebut dengan mendirikan Lembaga/Bullion Asset tersendiri untuk wilayah Asia Pasific yang berkedudukan di Indonesia;
  8. Dalam rangka mengupayakan hal tersebut diatas maka kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyamakan visi dan misi sejarah Nusantara, memobilisasi kepentingan tercapainya maksud dan tujuan serta berusaha untuk mendapat persetujuan 2/3 bagian dari Pewaris bekas kedaulatan Kerajaan/Kasultanan sewilayah Nusantara, khususnya yang berada dalam wilayah kedaulatan NKRI, demikian untuk mengawali aklamasi maupun deklarasi;
  9. Restu atau persetujuan minimal 2/3 bagian dari Pewaris bekas kedaulatan Kerajaan/Kasultanan khususnya yang berada dalam wilayah kedaulatan NKRI tersebut adalah sebagai rujukan untuk mendapatkan Clearance dan Immunity Internasional yang berkaitan dengan maksud dan tujuan tersebut diatas dari Treasury Internasional;
  10. Sehubungan dengan hal-hal tersebut diatas dan dalam rangka untuk memberikan motivasi dan sosialisasi terhadap kepentingan Asset Segitiga Emas berdasarkan justifikasi/sejarah, menyamakan visi dan misi sejarah Nusantara, memobilisasi kepentingan tercapainya maksud dan tujuan serta untuk mendapat persetujuan 2/3 bagian dari Pewaris bekas kedaulatan Kerajaan/Kasultanan sewilayah Nusantara khususnya yang berada dalam wilayah kedaulatan NKRI, maka perkenankanlah dengan ini kami mengajukan permohonan untuk dapat kiranya Pewaris bekas kedaulatan Kasultanan dan Kerajaan diseluruh wilayah Nusantara memberikan dukungan dan otoritas penuh kepada kami dalam bentuk surat otoritas sesuai contoh tersendiri;
  11. Sebagai bahan pertimbangan, dengan ini pula kami menyatakan menjamin bahwa permohonan ini tidak ada unsur politik dalam bentuk apapun tetapi merupakan kepedulian kami dalam rangka membantu untuk mengupayakan pengembalian hak-hak seluruh rakyat Indonesia (dahulu Wangsa Sanjaya diwilayah Nusantara I) atas Asset Segitiga Emas dimaksud diatas untuk mencapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai visi dan misi kami melalui pelaksanaan program kerja Yayasan Ampera Raya dan Semua biaya yang ditimbulkan sepenuhnya dan menjadi tanggung-jawab kami;
  12. Besar harapan kami bahwa Bapak/Ibu/Sdr dan khususnya Yang Mulia Para Pewaris bekas kedaulatan Kasultanan/Kerajaan dapat mengabulkan permohonan kami dan memaafkan kami atas segala kesalahan dan kekeliruan yang mungkin terjadi dalam tulisan ini, karena semata-mata hanyalah untuk mendapatkan kebenaran yang pasti tentang ada atau tidak adanya Asset Amanah dimaksud untuk kepentingan kesejahteraan bagi seluruh Rakyat dan Bangsa Indonesia;
  13. Atas segala perhatian dan dikabulkannya permohonan ini diucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Wahyudihardja Kusuma, S.H.

(Pekerja Sosial dan Ketua Umum Yayasan Ampera Raya)

Comments

Himbauan, saran, dan petuah dari pak Ketum YAR sangat bermakna buat para sesepuh pemegang aset bangsa yang saat ini hampir kehilangan arah, tujuan, dan cenderung ada disorientasi. Pasalnya masih ada “mising link” antara peran dan fungsi para pemegang aset dengan kiprah politik para petinggi negara. Sehingga, fakta dilapangan berhadapa-hadapan antara IGO vs GO, yang kontra produktif bagi negara – bangsa Indonesia sejak 1966/67. Padahal, aset berupa logam precious, obligasi, dokuments logam mulia, berlian beragam ukuran dan warna, serta batuan giok dll telah lama diminati dan diincar oleh orang asing berkedok wisatawan yang kluyuran disetiap jengkal bumi pertiwi. Mencari apakah mereka ? tak lain dan tak bukan mereka mencari ASET.So, anak bangsa kakek-anak-cucu-cicit-canggah-uthek2 siwur trah kerajaan/kesultanan yang pernah ada di bumi pertiwi dan yang ketitipan AMANAH aset bangsa sejak 1928 semakin butuh aksentuasi dan akselerasi serta akses yang benar untuk NKRI.
SALAM SEJAHTERA,
RRimawan A.S
anak bangsa

berita dr ketua YAR menunjukkan adanya kebingungan, dgn apa yg pernah di proses terhadap material yg ada.

Utk surat berharga ada: gold certificate dan obligation

kata kunci: SOEKARNO , SOEWARNO utk gold bulilon…kemudian ada pemutihan..yg berarti kedua nama tsb di atas tdk berperan lg. yg ada skrg, siapa yg tercatat dan di akui di UBS Switzerland,.. siapapun dia, berarti sdh memenuhi legalitas berdasarkan hukum di negara tersebut.
Kontroversi memang beredar luas., byk pemalsuan timbul krn hal tsb.Baik pemalsuan instrumen maupun person.
Jaman dahulu, instrument timbul dlm bentuk BEARER FORM artinya bahwa ssseorang yg memiliki saham ..akan pegang certificate sbg bukti kemilikan. Skrg berbeda..yg ada registerd form

Untuk lebih jelas bisa menghubungi siapa di jogja???terimakasih

salam sejahtera untuk kita semua, perihal amanah asset /dana amanah saya yakin itu ada tergantung bagaimana kita melihatnya
dari sudut pandang apa. yang jelas kita harus liat sejarah dulu dimasa lalu

salam ( hp 0815635004563 )

Benar kata Tuan dibawah ini :
By Onepoer on Agustus 25th, 2010 at 8:00 pm

salam sejahtera untuk kita semua, perihal amanah asset /dana amanah saya yakin itu ada tergantung bagaimana kita melihatnya
dari sudut pandang apa. yang jelas kita harus liat sejarah dulu dimasa lalu

salam ( hp 0815635004563 ).

————————
Semuanya akan beres, wong sudah ada yang ditugaskan dan diakui oleh International kok.

Kait mengaitnya cukup kompleks, dan sangat sedikit yang umumnya dipahami bangsa kita, terutama hanya yang menguntungkan sendiri.

Banyak aspeknya, perbankan, politik, sejarah, intelejen dsb.

Matur nuwun

Adhi

terima kasih atas perhatiannya, semoga semuanya dapat diwujudkan sehingga cita-cita seluruh rakyat terwujud…amin

Mohon maaf,

Agar tak menjadikan kesalahpahaman yang berkepanjangan maka bersama ini saya sampaikan bahwa peyelesaian atas segala hal yang disampaikan diatas harus dengan berpegang teguh pada kalimat, “BARANGKU AKAN BERTEMU UANGKU, MELALUI ORANG-ORANGKU YANG TAHU AKAN ILMUKU UNTUK MENYELESAIKANNYA DENGAN CARA-CARAKU…”

Terima kasih.

Merdeka!!!

By bayu Geni on Maret 27th, 2011 at 3:02 am

SANGAT jelas dalam tulisan Ketua Umum Yayasan Ampera Raya yang sedang kebingungan yang mencari dan terus mencari tanpa pernah menemukan yang dicari makanya buka situs… semua tergantung dari diri dan harus pergi kepesantren KEDIRI agar bisa menemukan apa yang dicari dengan jati diri bukan dengan mementingkan diri, dengan kacamata kebenaran bukan pembenaran yang ahirnya hanya menjadi benang kusut dan banyak menyengsarakan rakyat bukan membahagiakan rakyat.
sepi ing pamrih rame ing gawe …. baru nyumbang indomie ke situ gintung 10 dus aja sudah rame amat …. RIA TUHHHH
menapaklah di bumi pertiwi jangan mengambang di awang-awang.
YEN AREP NALENDRA ING PRAJA DADIA PASANGAN DAMAR KANG SEJATI YEN DURUNG TINEMU PASANGAN DAMAR OJO NGIMPI NALENDRA ING PRAJA MESTI DATANG KEGUNUNG JATI DAN GUNUNG AMPARAN

Assalamualaikum Wr.Wb.

setelah membaca tulisan diatas,saya hanya bisa berpendapat bahwa hal tersebut benar adanya menurut yuridis faktual nasional dan internasional soal asset amanah dan pewaris serta siapa yang berhak mencairkannya kelak serta untuk apa. yang jelas, asset tersebut milik rakyat dan akan dikembalikan kepada rakyat Indonesia juga,siapakah yang mengusahakan pengembalian tersebut? ya pemegang wasiat atas mandat Eyang Soekarno sebagai penandatangan dokumen asset tersebut.
sampe detik ini pun upaya dan usaha keras pengembalian asset tersebut untuk kesejahteraan rakyat Indonesia masih berjalan dan kelak akan disalurkan ke program2 pemberdayaan rakyat, kita doakan saja semoga semuanya cepat selesai dan bangsa Indonesia bisa Merdeka Lahir Bathin sepenuhnya 100 Tahun Ke depan.

wassalamualaikum Wr.Wb.
blue93n3@gmail.com

tergantung fakta yang menguntungkan kita, itu yg mesti diburu, secara pribadi sy yakin itu ada, tapi persoalannya bukan hanya itu tapi ada kemampuan non teknis dan dukungan semua pihak

Salam,
Mohon maaf sebelumnya, Asset/dana amanah jelas ada,keberadaannya sebagian dikelola dan disimpan di luar negeri dan sebagian yg lainnya sudah berada (disimpan)di negara kita trcinta ini (nusantara),sebagian yang lain berada di bumi dan alam semesta ini. sebaiknya kita semua jangan terlalu menyibukkan diri untuk ikut campur dan memasuki ranah tsb yang mengatasnamakan apapun baik itu yayasan,personal,lembaga, organisasi, birokrasi atau apalah namanya karena kalau boleh saya tegaskan hal itu HANYA SIA-SIA belaka. Asset amanah tsb adalah murni milik rakyat dan hanya rakyat indonesialah secara khusus yang memiliki hak dan umat manusia di bumi ini pada umumnya juga memiliki hak. Beliau-beliau para deklarator pemimpin2 dan raja2 di negeri ini dahulu adalah sebagai pemegang tanggung jawab terhadap asset tsb yang pada dasarnya beliau2 adalah orang2 yang amanah, meskipun saat ini secara hukum jasadi mereka telah magjul namun mereka tetap berperan serta menjaga keutuhan asset rakyat indonesia dan dunia itu tetap aman dan utuh sampai tiba saatnya dikembalikan ke rakyat dan umat, oleh karena itu mereka telah memberikan mandat ataupun kuasa penuh kepada seseorang yang telah teruji keamanahannya sebagai pewaris tanggungjawab pengawasan,pengelolaan dan pencairan asset amanah dimanapun disimpan untuk dikembalikan kepada rakyat dan umat di bumi ini dalam mencapai kesejahteraan lahir batin sbagaimana cita2 para pendiri asset amanah itu sendiri. “seseorang” yang telah diberi mandat seperti yang saya sebutkan diatas adalah manusia yang sangat lain dari manusia lainnya, beliau sangat rahasia baik sosoknya maupun keberadaannya dan yang pasti telah ada di tengah-tengah kita, dan jangan heran kalau siapapun tidak akan mampu menembus beliau tersebut sampai pada saatnya kelak, maka dari itu janganlah kita mencoba ingin menjadi pahlawan yang mengatasnamakan “demi keadilan dan kesejahteraan rakyat” sehingga kita terlalu berani memasuki urusan asset amanah yang pada dasarnya bukanlah kewenangan kita untuk mengurusnya,terlebih lagi sampai mengaku sebagai “pewaris asset” milik umat manusia tsb, Allah S.W.T Tuhan Yang Maha Esa menciptakan manusia,mahkluk2 lain dan alam semesta ini Pasti punya suatu tujuan. semua urusan di alam ini dalam kekuasaan dan ketentuanNya yang mana mekanisme aturannya dipercayakan kepada hamba2 pilihanNya dan seyogyanya mengenai harta amanah adalah tidak mungkin Tuhan mempercayakan pengaturannya kepada hamba2nya yang tidak berkewenangan/amanah, padahal perlu diketahui bahwa asset amanah tidak hanya bersumber dari bumi nusantara ini akan tetapi bersumber dari manapun di setiap jengkal jagat raya ini. sehingga terlalu naif apabila kita terlalu “unjuk diri” merasa bahwa kita adalah pewaris yang akan mengurus dan menanganinya, apakah karena kita seorang generasi keturunan raja sehingga merasa bahwa kita punya kewenangan? yang terpenting di diri kita adalah bagaimana kita bersikap, jadilah warga negara indonesia yang memiliki jiwa pancasila berhati bersih dari sifat-sifat tercela,taat terhadap ajaran agama masing2 dan berbudi pekerti yang luhur karena pada dasarnya urusan yang berkaitan dengan amanah hanya akan dekat kepada manusia yang berkewenangan dan berhati bersih, salam.

Dear all..

Bagi siapa saja yang memiliki LM (boleh Sertifikat ANTAM) atau dari mana saja.
Cukup bawa LM satu batang berikut Sertifikatnya ke Jakarta (boleh di Bank).

Bila diverifikasi asli, maka akan dibayar dan sisanya Kontrak sesuai keinginan Pemilik Barang.
Kami tidak memerlukan SKR dari Bank manapun.

Barang2 tsb akan diselesaikan melalui AAF (Asia Afrika Fundation)

Saat ini kami sedang proses Jalan Tol BECAK KAYU dan Jalan Tol lainnya senilai +- Rp 7 T (yang mendanai dari AAF).
Termasuk Proyek Bioethanol yang dari Singkong.
Khusus Proyek2 yang untuk hajat hidup orang banyak (termasuk padat karya) akan didanai oleh AAF.
Semua Proyek JO.

AAF adalah gabungan dari sekitar 147 Negara.

Salam,
Kang Wardiman
Mobile: 0813-1050-7878
BB PIN : 211FC9B8

By Ade Basuki on Maret 17th, 2012 at 7:57 pm

assalam,,, wr,wb…..

saya sebagai generasi muda mbangsa ini, hanya ingi kejelasan fakta dari segala permasalahn tentang asset amanah itu,, banyak juga isu mengatakan asset2 tersebut tidak akan bisa terbongkar di karenakan banyaknya data2 dan persons yang di percayakan sudah tidak ada dan tidak valid lagi. belum juga adnya pergerakan2 untuk mendapatkan demi kepentingan golonga, politik dan akselerasi yang kental dengan mata2 dan intelejen internasional. yang masih jadi pertanyaan kami sebagai generasi muda apakah masih relistis kalau kita sebagai bangsa yang kaya sumber daya, hanya masih percaya dan menunggu hal2 yang belum mengerti duduk masalah dan progres yang bagaimana terhadap masalah ini, mohon info yang akurat dan valid! Tks

wsslm

ADE BASUKI ( 082154209289 )

Menurut saya ASET AMPERA (Amanah Perjuangan Rakyat) itu memang nyata adanya, hanya saja pemegang aset ataupun penjaga aset tentunya bukan manusia sembarangan yang mudah terkecoh oleh manusia-manusia yang mengaku sebagai “Penyelesai/Penuntas”, Para Sepuh/Kolot pemegang aset baik yang dikota ataupun di gunung adalah manusia yang telah teruji sifat AMANAH-nya….dan mereka manusia-manusia LUAR BIASA dengan kemampuan diatas rata-rata manusia didunia.

Saran saya bagi anda-anda yang memburu/mengejar Aset Amanah, lebih baik anda-anda fokus pada pekerjaan dalam bidang anda sendiri dan jadikan diri anda AMANAH terhadap pekerjaan anda, Insya Allah lebih mampu mendatangkan kekayaan, daripada memburu Aset yang memang sangat rahasia keberadaannya.

By hina kelana on April 20th, 2013 at 9:19 am

Assalamu’alaykum Wr Wb

Semua ini berawal dari perang salib, negeri2 muslim kaya akan hasil bumi dan tambang sehingga membuat negeri barat menjelajah negeri2 kaya akan hasil bumi, mereka (spanyol) menguras habis harta suku Astec, menguras berlian Sierra Leon, Inggri & Belanda konsentrasi menguras bumi asia timur jauh.

Lantakan emas dicetak lalu dibawa VOC ke eropa dengan imbalan kekayaan para keluarga kerajaan, anak2 mereka sekolah di luar negeri (Belanda) tentu tidak gratis, mereka lalu pulang membawa faham liberilsime.

Belanda (eropa) licik, mereka merayu para raja (sulthan) utk menyekolahkan anak2nya keluar negeri sekaligus menjadi pemegang rekening dari emas yg mereka taruh di Bank2 eropa. Tentunya Belanda punya maksud dgn dalih lebih aman di Bank mereka. Anak2 keluarga kerajaan yg sekolah dieropa mulai diperkenalkan dgn faham liberalisme dgn maksud setelah mereka pulang nanti meng-kudeta kerajaan keluarganya. DAN KONSPIRASI INI BERHASIL!

Eropa tetap menggunakan sistem kerajaan (monarki) utk menjaga sejarah aset keluarga tapi di Indonesia telah diputus oleh mereka dgn sistem republik. SIAPA YANG BERKHIANAT DENGAN ASET INI???

Jika saat ini masih ada aset tersebut tentu sudah tidak mungkin dicairkan, mereka (eropa) akan mati2an mempertahankan termasuk dgn kekuatan senjata (bersama AS dan NATO).

- RM. Hina Kelana -

By kalin sul on Juni 9th, 2013 at 5:14 pm

apa teman2 masih percaya aset itu masih ada ?

tahun ini adalah thn ke50 dari pembekuan/kontrak
ada yang mengatakan 1 lm bisa ditukar dengan 1000trilyun,jika 1 peti ada 60 batang maka akan cair 60 ribu trlyun,jika satu tempat ada min 3 peti maka akan bisa cair 180rb trilyun,itu satu daerah,jika dicirebon dan disetiap wilayah di indonesia min ada 3tempat bayangkan sendiri, tapi saya yakin yang akan mencairkan semua itu adalah orang yang tepat yang terpilih oleh leluhur untuk ditugaskan menjalankan amanah itu,tanpa embel2 lembaga atau agama atau golongan tertentu, leluhur kita sakti kitan tunggu saja…sakti cerdas dan weruh sakdurunge winarah….
salam ojajing ampera ternyata berdiri juga di desaku,aneh jangan jauh jauh mengurusi negara coba anda sosialisasikan lembaga anda dilingkungan desa kamu,kayaknya lembaga anda terlalu ekslusif,dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,gajah dipelupuk mata tak tanpak..
coba bagi bagi sembako, adakan saresehan dengan lingkungan desa ciperna,..malu saya kalau lewat ampera …kirain lembaga pekreditan…maaf saya ikut salut dan bangga ada lembaga seperti ampera bercita cita akan memperjuangkan rakyat banyak,namun apakah benar anda dan ampera yang terpilih oleh leluhur untuk mengurs semua harta amanah itu….dulu ada segerombolan tuan2 jauhjauh datang kesaya minta izin untuk mencairkan harta amanah ,saya yang bodoh ini cuma bisa bilang silahkan,sambil ketawa dihati ngerti juga nggak,namun hal besar yang dipertanyakan oleh saya yang dungu ini,kenapa dana itu dicairkan lebih condong untuk pembangunan pelabuhan,rumahsakit,etc,memang itu semua untuk umum,tapi apakah benar untuk itu semua, digadang gadang akan dibangun pelabuhan cirebon yang panjangnya wadawwwww,rumah sakit taraf international yang wadawwww,saya cuma bisa nyengir kuda dengan penyampaian tuan tuan yang kelihatannya pintar………
namun ada cerita bisa jadi dongen,eyang ismoyo jati ternyata menjaga harta itu di swiss, ah …….gelap uy…salam ampera semuga cita cita anda terlaksana………jangan lupa bagi bagi sembako didesa dimana tempat anda berdiri,couse i see you…pengen tau isi sembako anda isinya apa,kalau indomie mah masih mudah dibeli pak..hehehhe…itung itung syukuran dan menghormati macan hitam siliwangi….salam,dihutan ada kakek kakek diam sendirian,pas masuk gua,didalamnya ada komputer intel p8 di dunia baru keluar intelp7 hebat uy…salammmmm,

berjuang demi rakyat,berjuang demi rakyat………
bagaimana nasib kerajaan dan kesultanan yang hartanya dulu dikumpulkan demi berdirinya negara ri..apakah mereka kebagian??
dan jika ada seseorang yang dimandati untuk mencairkan itu sungguh bukan orang sembarangan ,saya yakin leluhurpun masih punya peran sampai sekarang,jangan khawatir harta itu pasti terbuka,dan bukan oleh suatu golongan atau jatuh pada orang yang tidak [ amanah dan ini tidak sembarangan,tidak main2,leluhurpun mengerti tekhnologi,mereka cerdas mereka masih hidup walau usia sudah 300- atau lebih umurnya…
selamat berjuang untuk rakyat….
MERDEKA ATAU MATI……
udud duluuuuuuuuuuu

it’s good to be true?? and don’t ever educate peoples as dreamer, enough is enough

KALAU URUSAN AMANAH YANG BENAR ITU ADALAH SIAPAPUN DIA SELAMA DIA BISA MENGINSTRUKSIKAN SWIFT DALAM BENTUK MESSAGE TYPE MAKA DIA ADALAH PENUNTAS TAPI KEBANYAKAN HANYA PEMEGANG SAJA TAPI YANG KITA BUTUHKAN ADALAH SIAPA YANG BISA MENGIRIMKAN SWIFT MT 199 ATAU MT 799 ATAU MT 760 ATAU MT 212 ATAU JENIS SEPERTI INI DIA ADALAH PEMILIK ASET YANG SEBENARNYA.

MOHON DI INFO KE SAYA DI EMAIL SAYA eladioarcadian@yahoo.com JIKA ADA YANG BISA LAKUKAN SWIFT

terima kasih

melati

Lah ketua yayasan malah keder…….kalau sudah berani bawa nama ampera harusnya sudah tahu arahnya bukan malah bingung bung amanah akan di berikan kepada yg tepat apakah anda layak membawa bendera ampera

Assalamu Alaikum
Salam Rahayu para leluhur kerajaan
Saya akan menguraikan sedikit ttg amanah ini
Pencairan harta Amanah jika seseorang yang amanah….
Asset ini akan segera terlaksana dan kami ada team dari UBS dengan ini meminta kerja samax untuk di akses kan asset nya dan di proses di UBS,kenpa di UBS karena di negara kita belum ada wadah yang di aktifkna jdi untuk mengaktifkan wadah tsb butuh dana yang dengan cara mengakses sebagian harta itu seperti valas,LM,documents instrumenst bangking dan IDR/ADR dgn cara di rolling program dari UBS kembali ke Indonesia
Dan skarang kami telah laksanakan akan tetapi baru sedikit saja yang bekerja sama……
team kami hanya ingin membantu para pemegangnya yg tidak suka korupsi yang hasilnya bukan untuk pribadi tetapi untuk rakyat NKRI
Semua urusan pakai banking mekanisme bank dunia . Bank BNI , FRB -iMF and msia union central bank
Untuk info lbh lnjut contac person 081355601063
Salam asset colateral Nusantara

Dear All,,,

Semuanya masih ada, lengkap!!! Landasan luas, pesawat tempur baru, dikumen negara2 luar(27negara) dalam ruangan masing2.

Ada di suatu tempat di Indonesia.

Baik Obligasi , ataupun fisik bendanya.

“GARUDA IS MERRIED WITH NANGKUTI, THAN KING WALI SAKTI IS BORN”

By alpharetro on April 15th, 2014 at 7:03 pm

salam rahayu dan salam sejahtera selalu buat smua umat
di sni saya hanya minta ijin n berpendapat sesuai ap yg saya tau……
apa yg saya pikirkan……
1.smua harta yg d bicarakan disni pasti ada yg memiliki ( yg pasti GUSTI ALLAH)
2. tidak akan mungkin ALLAH akan turun sendiri untuk menyelesaikan amanah ini ( krn ALLAH berwujut NUR/CAHAYA)
3.pasti ALLAH akan mengutus salah satu ( bukan beberapa) umat nya untuk dijadikan sang penyelesai
4. sudah jelas di katakan bahwa setiap berapa tahun sekali administrasi akan diadakan pemutihan
5. didalam pemutihan tersebut pasti akan beralih kepemilikan dari nama yg sebelumnya ke nama yang menjadi utusan sekarang

yg ingin saya sampaikan disni kalau memang ingin cepat dana amanah terrealisasi untuk kesejahteran dan kemakmuran seluruh umat, maka
BAGI SIAPA SAJA YG MEMPUNYAI MODAL N JARINGAN BISA MENCARI INFORMASI DARI BANK INDONESIA MAUPUN BANK DUNIA
DENGAN MEMPERTANYAKAN
1. ATAS NAMA KEPEMILIKAN DANA AMANAH INI
2. ALAMAT DARI PEMILIK DANA INI

DIDALAM SATU SURAT KEPEMILIKAN DANA AMANH TERSEBUT TERTERA
NAMA, ALAMAT, DAN FOTO DARI SANG UTUSAN YG MENGEMBAN AMANAH DARI ALLAH SWT

dengan mengetahui hal diatas maka akan lebih mudah mencari siapa yg menjadi tangan panjang ALLAH di dunia ini
daripada kita mengikuti orang yg mengaku2 penyelesai

demikian yg bisa saya sampaikan disni somoga bermanfaat

ya..harta itu ada 3, harta amanah by pakarno an pakarno tp bkn milik pakarno yg punya ya kerajaan yg dulu hartanya dkumpulkan pakarno, yg ke2 harta pajajaran yg punya siliwangi,Xg bisa buka ya siliwangi sendiri,atau katanya pada dewi sekar jagad diamandatkan? Yg ke3 harta pasundan raya yg punya raden kumara tunjung putih angkawijaya sang satrio penenget ygbuka ya raden yg empunya,dimana dbvka pertama x dcirebon?yg dswis tanya aja langsung sama roh pakarno..dongeng atau beneran neh? Ah kelaut ajah.

salam lembaga segi tiga emas(LSTE)

 

Leave a Comment

« | Home | »